Entri yang Diunggulkan

Minggu, 12 Maret 2017

Ilustrasi-Memberi

 ILUSTRASI

Ada seorang ayah/bapak yang sangat cukup yang mempunyai 19 ekor kerbau, dan 3 orang anak. Mendekati ajalnya, dia membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan pembagian harta warisan
  • 1/2 untuk anak pertama,
  • 1/4 untuk anak kedua dan
  • 1/5 untuk anak ketiga.
Setelah sang bapak meninggal, ketiga anaknya membagikan kerbau sesuai pesan ayah mereka.
  • Anak pertama           : mendapat ½ bagian dari 19 ekor      :  9 ½
  • Anak ke-2                : mendapat ¼ bagian dari 19 ekor      :  4 ¾
  • Anak ke-3                : mendapat 1/5 bagian dari 19 ekor    :  3,8
 
Tapi mereka menemukan keganjilan, mereka sadar bahwa masing-masing mereka akan mendapatkan bagian kerbau yang tidak utuh. Kalau dilaksanakan berarti ada kerbau yang harus dipotong, dibagi-bagi. Mereka tidak suka, dan ngotot harus mendapat utuh. Masing-masing tidak mau mengalah dan berusaha mendapatkan bagian utuh.

Terdengarlah kabar pertengkaran mereka oleh seorang bapak yang miskin yang hanya punya 1 ekor kerbau. Akhirnya, bapak tersebut menemui mereka, dan bersedia dengan ikhlas, tulus  memberikan kerbaunya supaya masing-masing mendapat  bagian yang utuh. Tidak ada yang setengah-setengah.
Nah ini kerbau bapak, tambahkan dengan yang 19 tadi, jadi 20 ekor.
Anak-anak itu setuju, dan mereka mulai membagi.
  • Anak pertama mendapat ½ bagian dari 20                 : 10 ekor
  • Anak kedua mendapat ¼ bagian dari 20 ekor            : 5 ekor
  • Anak ke-tiga mendapat 1/5 bagian dari 20 ekor        : 4 ekor
Lala si bapak tua berkata : sekarang tugasku sudah selesai, amanah almarhum AYAH kalian sudah kita jalankan.
  • Anak pertama dapat    : 10
  • Anak ke-2 dapat         : 5
  • Anak ke-tiga dapat      : 4

Jumlah total sapi yang dibagi 19 ekor

Sisa satu, bolehkah saya membawa yang satu ekor ini ???
Anak-anak mempersilahkan si bapak membawa sisa 1 ekor


SAUDARA KETIKA KITA MEMBERI KITA TIDAK SEDANG KEHILANGAN DAN KEKURANGAN
·   Banyak orang berpikir, ketika kita memberi itu berarti kita mengurangi jatah belanjaan kita, jatah kebutuhan kita
·   Ketika kita memberi itu berarti kita mengurangi tabungan kita, yang seharusnya mungkin kita bisa menabung 500 sebulan, karena banyak tek-tekan, maka akhirnya kita tidak bisa menabung
·      Ketika kita memberi itu berarti kita kehilangan sesuatu yang seharusnya bisa kita beli dan miliki

Tetapi ketika kita MEMBERI….. SESUNGGUHNYA KITA TIDAK SEDANG KEHILANGAN SESUATU DAN TIDAK SEDANG MENGALAMI KEKURANGAN
Ketika memberi kita sedang dalam membantu orang lain

Dari ilustrasi tadi, sebenarnya dan seharusnya dengan jumlah 19 ekor yang pertama mereka bisa memperoleh kerbau secara utuh
Anak pertama :10
Anak ke 2 :5
Dan anak ke 3: 4
Tetapi mengapa setelah dibagi, masing-masing anak tidak mendapat bagian yang utuh

Setelah dibantu menjadi 20 ekor, dibagi, mereka mendapat utuh, TETAPI SEBENARNYA JUMLAH KERBAU TIDAK PERLU DITAMBAH, MEREKA TIDAK KEKURANGAN KERBAU, karena toh setelah dijumlah hanya perlu 19 ekor saja untuk mendapatkan bagian yang utuh.

maka : 
  • Ketika memberi kita sedang meringankan beban, kesusahan orang lain
  • Ketika memberi kita sedang menyempurnakan SESUATU
        Terkadang kita dipanggil TUHAN UNTUK :
v  MENYEMPURNAKAN
v  Untuk terlibat bukan karena orang BERKEKURANGAN
  • Ketika kita memberi, firman Tuhan katakan, secara tidak langsung maka kita memiutangi TUHAN
http://alkitab.sabda.org/images/advanced.gif
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN yang akan membalas perbuatannya  itu.

Banyak hal dalam dunia ini yang tidak bisa didasarkan atas logika dan matematika.

Hanya perlu SEBUAH TINDAKAN IMAN yang mungkin bagi dunia dianggap sebuah tindakan tanpa perhitungan dan perencanaan. Itulah yang dilakukan ABRAHAM sehingga ia disebut Bapa orang beriman.

Mengapa kita tidak berani memberi lebih, letak persoalannya adalah kita masih memandang memberi itu adalah tindakan MENGURANGI BAGIAN KITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar