Entri yang Diunggulkan

Rabu, 28 Juni 2017

G-2500



GERAKAN BERBAGI KASIH
SADAR 2500

Melalui Konperensi tahunan ke 45 di Bandar Lampung, telah dinaikkan Dana Uluran Kasih bagi peserta S-2500 yaitu:

1.          Rawat inap diberikan sebesar Rp. 500.000,- per rawat inap
2.          Rawat inap dan operasi termasuk Caesar dengan indikasi diberikan sebesar Rp. 800.000,- per rawat inap
3.          Currettase dengan indikasi penyakit diberikan sebesar Rp. 800.000
4.          Dana uluran kasih untuk meninggal dunia diberikan Rp. 1.300.000
5.          Uluran Kasih diberikan maksimal 2 kali dalam 1 tahun kalender
6.          Peserta Gerakan Berbagi Kasih S-2500 ini adalah anggota penuh dan anggota persiapan, jemaat penumpang yang aktif di gereja lokal juga boleh mengikuti program ini.



Text Box: Program ini adalah program Badan sosial GMI wilayah II yang bertujuan untuk  saling berbagi dan menolong bagi sesama anggota jemaat. Bagi jemaat yang mengalami sakit diatas, dapat menghubungi komisi sosial dengan memberikan bukti keterangan dari rumah sakit, maka kami akan menindaklanjuti ke pengurus wilayah di Jakarta untuk dapat menerima dana uluran kasih ini.
 
 
Catatan:
1.   Bagi jemaat yang ingin ikut program ini dan ingin penjelasannya dapat menghubungi Gembala Sidang.
2.   Sebaiknya bagi jemaat yang mau mengikuti program ini dimulai diawal tahun dan dapat membayar lunas 1 tahun.
badansosialgmiwilayahII

Minggu, 12 Maret 2017

Hal Kecil Bisa Jadi Besar





Sepasang suami istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. 
Seekor  tikus memperhatikan makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam dan berteriak “ada perangkap tikus”. Sang Ayam berkata “Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh padaku”. Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata “Aku turut ber simpati, tapi tidak  ada yg bisa aku lakukan”. Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tp perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”.
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata “Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”. Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.
Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tersebut, sang Istri tetapi harus di bawa ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dengan segera ia menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambing untuk mengambil hatinya. Istrinya tidak sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan para pelayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dangan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tdk digunakan lagi.
Ilustrasi, cerita Lucu, cerita Inspirasi Bagian 1 40
 
SUATU HARI, KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… LEBIH BAIK PIKIRKANLAH LAGI!

Liturgi Pelantikan Guru Injil



Liturgi Pelantikan Majelis

Ilustrasi; Bukan Beratnya Tetapi Berapa Lamanya




Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira  segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
             

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."


"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.    "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.